Selasa, 11 Juni 2013

Pertemuan Ke 10 (Catatan Kuliah MBO)


Membuat Paket (Package)

Package digunakan untuk membuat grup dari class-class yang memiliki beberapa kesamaan. Ada beberapa pendeketan berdasarkan kesamaan untuk membuat paket class. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan stererotype. Dengan pendekatan ini, satu paket dapat berisi Entity Class, Boundary class, Control class, dan sebagainya. Pendekatan yang lain yaitu berdasarkan fungsi. Sebagai contoh sebuah paket bernama sekuriti, yang digrupkan dengan paket lain misal Employee Maintenance, Reporting, atau Error Handling. Keuntungan dengan pendekatan ini yakni dapat  digunakan secara berulang.

Menambah paket
Paket (package) dibuat dalam Logocal View dari browser. Untuk menambahkan sebuah paket yang sudah ada untuk Class diagram, pindahkan dengan men-drag  paket dari browser ke dalam Class Diagram.

Menambahkan paket yang baru  ke Class diagram:
Pilih icon Package  dalam toolbar
Click dimana saja dalam  Class diagram untuk menempatkan paket.
Ketik nama Paket (package).

Menambahkan Paket ke Browser:
1.      Click kanan Logical View dalam browserà NewàPackageàketik nama paket

Untuk menambahan paket dalam sebuah paket maka Click kanan pada paket yang sudah ada dan ikuti langkah seperti diatas.

Menghapus Paket

Menghapus paket dari Class diagram:
1.      Pilih paket pada Class diagram.
2.      Tekan tombol Delete

Catatan:
Menghapus paket dari sebuah Class diagram, tidak otomatis menghapus paket pada browser dan dalam class diagram yang lain.

Menghapus paket dari model:
1.      Click kanan pada paket di browserà Delete

Atau


1.      Pilih paket pada Class diagram.
2.      Pilih Edit à Delete from Model, atau tekan Ctrl+D.

Membuat paket yang memiliki ketergantungan (Package Dependencies)

Sifat dependency merupakan tipe relasi yang hanya terjadi dalam menggambarkan antar paket. Sebuah package dependency, seperti sebuah class dependency yang digambarkan dengan panah bergari putus-putus. Sebuah package dependency dari paket A ke paket B memberikan gambaran bahwa beberapa class dalmapaket A memiliki unidirectional relationship ke beberapaclass dalam paket B.
Dengan kata lain, beberapa class dalam A ingin mengetahui beberapa class dalam B.
Membuat  package dependency pada Class diagram:
1.      Pilih icon  Dependency    dari toolbar.
2.      Drag garis dependency dari paket yang terikat (dependent package)  ke paket yang lain.

Atau

1.      Pilih Tools à Create à Dependency.
2.      Drag garis dependency line dari dependent package ke yang lain.

Menghapus Package Dependencies

1.      Pilih package dependency yang ingin dihapus
2.      Tekan tombol Delete.

Atau

1.      Pilih package dependency yang ingin dihapus

2.      Pilih Edit à Delete.

Pertemuan ke 9 (Catatan Kuliah MBO)


 Membuat Class Diagram

Class diagram memperlihatkan keberadaan dari class-class dan hubungannya dari sistem dalam logical view. Class diperoleh dengan melakukan  pengetesan pada sequence dan collaboratin diagram.
Komponen Utama dari  Class Diagram
Class
Generalisation
Aggregation





Membuat  Main Class Diagram
Klick kanan Logical view à new à class diagramà memberi nama(misal: Utama)à
dobel klick

Membuat Class
1.       Klick kanan Logical view à new à class à memberi nama
2.       Buatlah class tersebut dalam Class Diagram: Drag class ke dalam class diagram yang terbuka.

atau
1.      Memunculkan Class dari toolbar: pilih icon Class   pada toolbarà click sekali pada Class diagram yang terbuka.
2.      Memberi nama: Click dobel pada class tersebutà pilih General tab dalamwindow specificationà tuliskan nama yang diinginkan dalam kolom name.

 Membuat Stereotype untuk Class (jika diperlukan)
1.       Click kanan pada Class dalam browser à Specification à General à pilih namaStereotype atau diketik à tekan OK.

Dokumentasi Class
1.      Menentukan Class yang akan diberi dokumentasi: Lihat daftar Classdalam browserà Click pada Class yang dipilih.
2.      Menuliskan dokumentasi: Pindahkan kursor pada documentation windowà tuliskan keterangan secukupnya. (misal: Seseorang yang terdaftar dalam semester ini.)

atau

1.      Lihat daftar Class dalam browser atau pada windows Class Diagram.
2.      Click Dobel pada Class yang dipilihà pilih General tab dalamwindow Class specification à tuliskan dokumentasi..

Membuat Relasi Association
1.       Click icon Association  pada toolbar.
2.       Click pada salah satu Class yang akan diasosiasikan dalam Class Diagram
3.       Drag garis Association ke Class yang diasosiasikan lainnya.

Membuat Relasi Aggregation
1.       Pilih icon Aggregation  dari toolbar
2.       Click pada class yang memainkan peran secara keseluruhan dalam Class Diagramdan drag garis aggregation ke Class yang memainkan peranan sebagian.

Membuat Relasi Composition Aggregation
1.       Pilih icon Aggregation dari toolbar
2.       Click pada Class yang memerankan keseluruhan dalam Class Diagram dan Drag  garis aggregation ke Class yang memerankan secara sebagian.
3.        Click kanan pada garis aggregationà containment  of … à pilih Value

Memberi nama Relasi
1.             Click garis relasi pada Class Diagram
2.             Tuliskan nama relasi yang diinginkan

Membuat nama Peran
1.      Menampilkan shortcut yang akan dimodifikasi: Click kanan pada garis relasi dekat Class yang akan dimodifikasi.
2.      Pilih Menu Role Name
3.      Tuliskan nama peran yang inginkan

Membuat multiplicity
1.       Click dobel pada garis relasi untuk memunculkan Specification
2.       Pilih Menu Detail pada peran yang akan dimodifikasi (Detail Role A atau Role B)
3.       Tentukan multiplicity yang diinginkan

Membuat Relasi  Unary
1.       Pilih icon Association (atau Aggregation) dari toolbar
2.       Click pada Class dan drag garis Association (atau Aggregation) bagian luar dari Class.
3.       Click sekali à Arahkan mouse ke Class asal à click sekali
4.      Tuliskan nama peran dan multiplicity untuk setiap akhir dari unary association

Membuat Association Class
Association class merupakan Class di sambungkan ke sebuah Association dengan loop.
1.       Click icon Class dari toolbar
2.       Click pada diagram untuk menempatkan Class à tuliskan namanya
3.       Tambahkan attribut Class: Click kanan pada Classànew attributàketik nama attribut
4.       Menambahkan operasi Class: Click kanan pada Classànew operationàketik nama operasi
5.       Click icon Link Attribut dari toolbar 
6.       Click pada association Class dan drag garis Link Attribut ke association yang akan disambungkan.

Membuat Relasi Generalisation
1.       Click icon Generalisation 
2.       Click pada satu subclass dan drag garis Generalisation ke superclass
3.      Untuk setiap subclass yang merupakan bagian dari Generalisation:pilih icon Generalisation dari toolbarà click pada subclassà dan drag garis Generalisation ke ujung generali yang sudah terbentuk.
Menambahkan  attribute ke suatu Class
1.       Memilih Class pada Browser: Click sekali pada tanda plus (+) pada Logical View  agar terurai isinya. (jika Logical View sedang bertanda +, atau tidak terurai).
2.      Pilih Class yang akan ditambahi attribute.
3.       Membuka menu attribute: Click kanan dari class yang telah dipilih
4.       Pilih New Attribute, dan Ketikkan attribute yang diinginkan.
5.       Memberi tipe attribute: Click pada attribute yang baru saja ditambahkan.
6.       Click kanan dan pilih menu open Specification.
7.       Arahkan kursor ke tipe. Pilih tipe attribute yang diinginkan dengan membuka menu option.


Menambahkan  Operasi ke sebuah Class

1.      Click kanan untuk memilih Class dalam Browser.

2.      Pilih Newà Operationà ketikkan operasi yang diinginkan.

Pertemuan Ke 8 (Catatan Kuliah MBO)


 Membuat Statechart  Diagram

Statechart diagram merupakan model perilaku yang dinamis dari class secara individual maupun beberapa bentuk dari obyek. Semua itu menunjukkan deretan dari state yang dilakukan obyek melalui event yang menyebabkan sebuah transisi dari satu ke aktifitas yang lain, dan beberapa aksi yang menghasilkan dari satu state atau aktifitas yang berubah. Statechart diagram fokus pada state dan secara bentuk digunakan untuk memodelkan tahapan yang nampak terpotong-potong dari sebuah aktivitas yang kontinyu dari obyek. Diagram ini memiliki hubungaan yang tetrtutup dengan activity diagram. Activity diagram fokus pada aktifitas dan pada pemodelan deretan aktivitas dari proses.

Komponen statechart dapat terdiri dari beberapa komonen seperti:

State

Decision

Transition


State Start

State End



Setiap state menyatakan sebuah keadaan yang diberi nama ketika sebuah obyek  merasa mantap dengan beberapa  keadaan atau mengunggu beberapa kejadian.

Sebuah statechart diagram biasanya terdiri dari satu start state dan banyak end state.

Transition menghubungkan beberapa state dalam diagram

Decision menyatakan sebuah lokasi khusus pada statechart diagram dimana sederetan aktivitas dapat bercabang bertujuan untuk pada pengamanan keadaan. Cabang keluaran dari Condision dapat lebih dari dua, tetapi biasanya sebagian besar hanya berisi dua keluaran yang menyatakan bilangan biner.

Sebuah Activity menyatakan bentuk dari sebuah tugas atau perwakilan kerja dari sederetan aktivitas. Activiy dapat juga menyatakan pelaksanaa dari sebah statement dalam sebuah procedure. Nama activity harus unik dengan aktivitas khusus yang dilakukan, jika ada nama yang sama maka itu dianggap merupakan activity yang sama.

Membuat Statechart Diagram
1.      Click kanan pada elemen model yang diperlukan untuk atribut, association, atau elemen model yang tampil di browser componen view.
2.      Pilih New à statechart Diagram..

Penambahan State

1.      Pilih State   dari toolbox pada toolbar.
2.      Click pada statechart diagram dimana state harus berada.
Atau
1.      Pilih Tools à Create à State.
2.      Click pada statechart diagram dimana  state harus berada.

Penambahan detail State
Actions on states can occur at one of four times: on entry, on exit, do, or on event.

State memiliki informasi tentang aksi yang harus dilakukan. Ada dua tipe aksi yang dilakukan yaitu:
-          Action (on entry, on exit, do, atau on event)
-          Send Event
Menambah sebuah aksi
1.      Pilih State yang ingin dimodifikasi
2.      Buka window Specification dari state terpilih: Click kanan àOpen Specification
3.      Pilih Action
4.      Click kanan pada kotak Action
5.      Pilih Insert dari menu pop up
6.      Click dobel new action yang terbentuk atau click kanan àspecification
7.      Masukkan aksi dalam field Action (Action atau Send event)
8.      Masukkan waktu pelaksanaan action:
-          On Entry         : untuk Entry action
-          On Exit           : untuk Exit action
-          On Event         : untuk Event

Penambahan Transisi
Transition merupakan pergerakan dari satu state ke yang lain. Menset transitionspada diagram menggambarkan bagaimana obyek bergerak dari stau state ke state yang lain. Transition juga dapat terjadi membalik ke diri sendiri.

Membuat transition:
1.      Pilih icon Transition  dari toolbar.
2.      Click pada state sebagia awal transition.
3.      Drag garis transition ke state dimana transition harus berakhir.

Membuat reflexive transition:
1.      Pilih icon  Transition to Self   dari toolbar.
2.      Click pada state dimana reflexive transition yang harus terjadi.

atau

1.      Pilih Tools à Create à Loop.
3.      Click pada state dimana reflexive transition yang harus terjadi.

atau

1.      Pilih icon Transition dari toolbar.
2.      Click pada state yang terjadi reflexive transition .
3.      Drag garis transition keluar dari state à Click sekalià Drag ke state awal garis transition.

Menambahkan dokumentasi transition:
1.      Click dobel  pada transition yang diinginkan untuk membuka window specification.
2.      Pilih General.
3.       Ketikkan dokumentasi pada field Documentation.

Menambahkan Special State
Ada dua tipe special state yang dapaat ditambahkan ke diagram yaitu: Start stae dan Stop state.
Start state
1.      Pilih icon  Start State   dari toolbar.
2.      Click pada the statechart diagram dimana Start State harus dinyatakan.
Stop state
1.      Pilih icon End State   dari toolbar.
2.      Click pada statechart diagram dimana End State harus diletakkan.

Menggunakan Nested States
1.      Pilih State dari toolbar.
2.      Click pada state dimana  untuk membuat new state dalam state tersebut.

Penambahan decision
1.      Pilih icon decison   dari toolbar.
2.      Click pada statechart diagram dimana Decison harus diletakkan.

Penambahan Synchronization
1.      Pilih icon horizontal Synchronization    dari toolbar.
2.      Click pada statechart diagram dimana horizontal Synchronization  harus diletakkan.


Catatan:
Jika icon pada toolbar yang diinginkan belum ada dapat dilakukan penambahan dengan cara sebagai berikut:

Cick kanan pada toolbaràCustomizeàpilih icon yangh diinginkan dari sebelah kiriàAdd à close